Entri Populer

Senin, 18 Oktober 2010

gaya belajjar dan mengajar di Tulang Bawang

SURVEY GAYA BELAJAR SISWA DAN GAYA MENGAJAR GURU BAHASA INGGRIS DI KABUPATEN TULANG BAWANG

EXECUTIVE SUMMARY

Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh faktor dalam diri pembelajar atau disebut dengan faktor-faktor internal dan oleh faktor dari luar siswa atau faktor-faktor eksternal. Diantara faktor internal, faktor motivasi, minat, inteligensia, dan gaya belajar adalah beberapa faktor terpenting yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa. Diantara faktor-faktor eksternal, lingkungan sekolah, lingkungan rumah dan guru ternyata cukup memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar.
Gaya belajar siswa serta gaya mengajar guru adalah dua kutub berbeda yang kadangkala saling bertentangan dan kadang-kadang saling berkait satu sama lain. Apabila gaya belajar murid dan gaya mengajar guru saling berdekatan, yang terjadi adalah keberhasilan proses belajar mengajar. Sebaliknya apabila gaya belajar murid dan gaya mengajar guru saling bertentangan, maka yang terjadi adalah gagalnya proses belajar mengajar.

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan gaya belajar bahasa Inggris siswa di Kabupaten Tulang Bawang dan gaya mengajar guru Bahasa Inggris di Kabupaten Tulang Bawang

Untuk mengetahui gaya belajar siswa digunakan instrumen berupa seperangkat kuesioner yang terdiri dari 40 (empat puluh pertanyaan) dengan pilihan berganda. Setiap kuesioner memiliki empat alternative jawaban, yaitu: 1). sangat tidak setuju (SST), 2). Tidak Setuju (TS), 3) Setuju (S), dan 4). Sangat Setuju (SS). Masing-masing jawaban memiliki bobot 1-4. Ke-40 pertanyaan diklasifikasikan menjadi empat gaya belajar yaitu, a) Gaya belajar Communicative, b) Gaya Belajar Concrete, c) Gaya Belajar Authority-oriented, dan d) Gaya belajar Analytic. Untuk mengetahui gaya mengajar guru diberikan seperangkat kuesioner yang terdiri dari 40 (empat puluh) pertanyaan dengan 5 alternatif jawaban, yaitu: 1) Sangat tidak setuju (STS), 2) Tidak Setuju (TS), 3) Tidak Tahu (TT), Setuju (S), dan Sangat Setuju (SS). Ke empat puluh pertanyaan tersebut dimasukkan kedalam 5 kategori gaya mengajar, yaitu: Gaya ahli (expert), Gaya Formal Authority, Gaya Personal Model, Gaya Facilitator, dan Gaya Distributor. Gaya belajar siswa dan gaya mengajar guru yang menjadi variable bebas, juga teridentifikasi variable terikat yaitu nilai Bahasa Inggris siswa. Disamping itu juga ditetapkan beberapa variable pengontrol, yaitu lama siswa belajar bahasa Inggris di luar kelas, usia, jenis kelamin siswa dan lokasi sekolah.

Dalam pelaksanaan penelitian terjaring 1038 siswa tingkat SMP dan 1038 siswa tingkat SMA yang menjadi sample dalam penelitian ini.

Penelitian yang dilakukan ini untuk sementara hanya menyentuh mata ajar Bahasa Ingris, padahal, gaya mengajar guru Hasil penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut: a) Faktor gaya belajar siswa meskipun tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar Bahasa Inggris siswa SMP maupun siswa SMA di Kabupaten Tulang Bawang, menunjukkan arah bagaimana para siswa tersebut belajar Bahasa Inggris. Pada satu sisi, baik siswa SMP maupun siswa SMA di Kabupaten Tulang mayoritas siswanya menyukai cara belajar dengan gaya orientasi petunjuk.b) Faktor gaya mengajar guru ternyata berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar bahasa Inggris siswa SMP maupun SMA di Kabupaten Tulang Bawang; Untuk tingkat SMP, gaya mengajar guru formal authority menghasilkan siswa dengan nilai rata-rata tertinggi, diikuti oleh guru dengan gaya mengajar delegator. Untuk tingkat SMA Guru dengan gaya mengajar expert dan facilitator menghasikan siswa dengan nilai rata-rata tertinggi.c) Faktor ketiga yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran Bahasa Inggris di Kabupaten Tulang Bawang adalah waktu yang digunakan siswa untuk belajar Bahasa Inggris di luar kelas. mereka yang meluangkan waktu belajar lebih banyak menghasilkan nilai rata-rata yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang hanya belajar bahasa Inggris di sekolah.
d) Dari sudut prestasi siswa SMP maupun SMA di Kabupaten Tulang Bawang, kalau dilihat dari hasil ujian akhir mereka, sebenarnya siswa di Kabupaten Tulang Bawang tidak pada posisi yang terburuk, sebab baik dari nilai rata-rata maupun dari nilai terbesar dan terkecil, siswa di Kabupaten Tulang Bawang tidak terlalu tertinggal jauh dari Kabupaten lain. Siswa di Kabupaten Tulang Bawang menunjukkan upaya yang maksimal untuk memperoleh prestasi terbaik.e) Siswa SMP cenderung adaptif terdap gaya mengajar guru artinya tidak ada perbedaan yang mencolok antara gaya mengajar guru berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh siswa. Sedangkan siswa SMA lebih cenderung bersifar variatif dalam menerima gaya mengajar guru. Siswa dengan gaya belajar berbeda, sangat berbeda pula penerimaan mereka terhadap gaya mengajar guru.

Dari beberapa kesimpulan di atas direkomendasikan hal-hal sebagai berikut:a) Salah satu upaya terbaik untuk memenuhi kebutuhan siswa belajar adalah menyediakan fasilitas pembelajaran yang memadai untuk siswa, sehingga siswa yang tergolong lemah dapat memperoleh pengayaan terhadap kekurangan mereka dan siswa yang tergolong cepat dapat memperoleh pengayaan yang proporsional. Salah satu upaya yang termurah dan mungkin disediakan baik untuk sekolah di perkotaan dan pedesaan adalah dengan mendirikan Self Access Center (Pusat Sumber Belajar) di setiap sekolah.b). Sebaiknya guru menyediakan ruang untuk mengarahkan siswa mau belajar Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi bukan hanya sebagai subyek pembelajaran semata. Sehingga, baik dalam pemberian latihan dan ujian maupun kegiatan belajar mengajar guru dapat mengarahkan siswa mau menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi.c). disarankan kepada pemerintah Kabupaten Tulang Bawang untuk memfasilitasi sekolah, terutama untuk tingkatan SMA untuk mengembangkan self access center di setiap sekolah, dengan demikian mutu pendidikan di Kabupaten Tulang Bawang dapat ditingkat secara tahap demi tahap

tidak hanya berlaku untuk mata ajar Bahasa Inggris. Oleh sebab itu disarankan untuk melanjutkan penelitian seperti ini dengan fokus pada mata-mata ajar lainnya, sehingga kondisi pembelajaran di sekolah dapat teridentifikasi secara menyeluruh dan kebijakan yang menyangkut hal peningkatan mutu pendidikan dapat dirumuskan berdasarkan hasil temuan nyata di lapangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar